I K A P P N H

Nurul Hakim Lombok

Novel Negeri 5 Menara Inspirasi buat alumni untuk menulis

Posted by Rozi on February 14, 2010

“Negeri 5 Menara” adalah buku pertama dari rencana trilogi. Buku ini berniat merayakan sebuah pengalaman menikmati atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Semoga buku ini bisa membukakan mata dan hati pembaca.  Dan menebarkan inspirasi ke segala penjuru.

Salah satu pesan utama novel ini adalah “man jadda wajada” sebuah pepatah Arab yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses”. Pengalaman para tokoh di novel ini mengajarkan mereka bahwa apa pun mungkin diraih selama didukung usaha dan doa. Jangan pernah remehkan mimpi, setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha mendengar.

Mungkin, novel ini menjadi inspirasi buat temen-temen alumni NH untuk menulis kisah-kisahnya selama dalam pondok pesantren Nurul Hakim.

Ayo menulis…..

Advertisement

7 Responses to “Novel Negeri 5 Menara Inspirasi buat alumni untuk menulis”

  1. Rani. S said

    boleh nih…

  2. “Menulis itu seperti naik sepeda” kata Mustafa Helmy. Wartawan majalah Tempo, dosen saya di Akademi Da’wah & Publisistik. Orang yang hanya membaca buku-buku teknik menulis yang baik, tapi tidak juga mulai menulis, ibarat orang yang hanya menghafal teori bersepeda yang baik, tapi tak pernah naik sepeda. Oleh karena itu singkirkan segala macam teori dan kiat. Mulailah menulis sebagaimana anda bisa bercerita. Jika tulisan anda difahami orang maka anda telah berhasil. Ketahuilah bahwa buku yang bagus tidak langsung menjadi bagus seperti itu, tapi telah melalui revisi demi revisi, editing demi editing. Jika anda ingin menjadi penulis, menulislah. Hargailah diri anda, potensi anda, kemampuan anda maka suatu saat pasti orang lain akan mengapresiasi karya anda.
    Selamat menulis…..

  3. PENANTIAN YANG TAK KUNJUNG BERAKHIR

    Gadis itu masih duduk di tepi kolam di samping rumahnya. Tatapannya menyapu permukaan air kolam yang bening. Riak riak kecil di permukaan air memantulkan pendar cahaya. Menjadikan mata gadis itu seperti berkilat kilat. Angin sepoi mengelus keningnya, mempermainkan helai helai rambut di atasnya. Dia menarik napas dalam dalam. Kali ini tatapannya diarahkannya ke langit. Di situ ada awan tipis menggantung, melayang pelan dan hening. Seperti hari harinya yang bertlalu bersama sepi.

    Meski hatinya kukuh sekukuh karang di lautan namun tatkala menatap awan yang berarak pergi, hatinya tersayat sayat. Ada asa yang menipis perlahan. Ada cinta yang mengalir pergi bersama janji janji.
    “Sudah dua puluh tujuh tahun” gumamnya. Matanya seketika hangat. Dari sudut-sudutnya mengalir kepedihan. Karena jauh di atas sana, dilapis awan yang ke tujuh, di situ dia pernah membangun istana cinta bersama seorang santri Nurul Hakim.

    Kisah ini akan saya lanjutkan, mohon komentarnya.

  4. MELUKIS DI LANGIT KAMPUNG BONGKARAN

    Matahari baru sepenggalahan memanjat tangga langit sebelah timur. Embun masih tersisa di bantalan rel kreta api seperti keringat di dahi anak anak yang riang berlarian di atasnya. Kampung Bongkaran Tanah Abang masih terlelap meski deru dan derit roda kreta api di atas bantalan rel tak henti hentinya bergemuruh. Kampung ini terlalu letih menatap nanar para pendosa berpesta pora hingga dinihari hampir setiap malam.

    Kali banjir kanal yang berair hitam mengalir perlahan. Seperti tinta pena malaikat pencatat kisah keburukan hidup penghuni kampung ini.

    Di bibir kali berdiri sebuah mushalla kecil, mushalla Al-Ikhlash. Di sisilah aku dan beberapa mahsiswa melukis langit diatas kampung Bongkaran. Melukis malaikat malaikat kecil bermata bening yang selalu melantunkan kalam suci Atau melukis pelangi harapan berwarna warni. Aku menamakan perkumpulan ini Al-Ma’un Foundation, Dan aku sendiri yang memimpinnya. Aku seorang alumni Pondok Nurul Hakim.

  5. MANSUB said

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.

    WAHAI PARA SANTRI DAN ALUMNI NURUL HAKIM. MENULISLAAH. KARENA MENULIS ITU MENYEHATKAN, MENGASYIKKAN,MENGUNTUNGKAN. JEJAK KEHIDUPAN SESEORANG AKAN HILANG DENGAN KEMATIANNYA, TAPI TIDAK BAGI PARA PENULIS. MEREKA TETAP HIDUP BAHKAN HINGGA RIBUAN TAHUN. TIDAKKAH KITA INGIN MENINGGALKAN JEJAK DI DUNIA INI WALAUPUN JEEEEEJAK ITU KECIL DAN SAMAR. SELAMAT MENULIS.

  6. Seteleh sukses dengan tetralogi Laskar Pelanginya, kini Andrea Hirata kembali meluncurkan karya terbarunya dwilogi Padang Bulan. Nama Andrea Hirata seperti sebuah jaminan bahwa karyanya pastilah bagus. Mozaik 1 Lelaki Penyayang pada buku Padang Bulang langsung mengajak kita menangis.Selanjutnya memberi kejutan kejutan yang tak terpikirkan. Lucu,norak,haru,rindu,cinta dan kesalehan diramu dalam sebuah sebauah rasa. Seperti seorang kokki nomor wahid yang mampu mengungkap dan membongkar ingatan bawah sadar kita akan hal-hal yang berhubungan dengan segala jenis kenangan. Aduhai kalau saja salah seorang dari kami alumni Nurul Hakim yang mempunyai kemampuan seperti Andrea Hirata atau Habiburrahman el Sirozy, A,Fu’adi dalam novel 5 Menara atau There Lye dalam Bidadari Bidadari Surga.Waduh betapa membanggakan hati.
    Insyaa Allah suatu saat semoga saja bakat bakat yang ada di Nurul Hakim namanya meneyeruak diantara penulis besar nasional bahkan internasional. InsyaaaaAllah,……

  7. Sukses dengan NEGERI LIMA MENARA kini a Fuadi meluncurkan lanjutannya RANAH TIGA WARNA dari triloginya. Ceritanya semakin legit dan inspiratif. Baca aja sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.